Item Model Group adalah kumpulan aturan-aturan yang mendefinisikan suatu item sebagai stock maupun untuk keperluan inventory dan accounting management. Item model group menentukan aturan-aturan seperti:

       apakah item itu merupakan stock atau bukan

       apakah negative inventory diperbolehkan

       apakah transaksi inventory dicatat dalam buku besar

       aturan dalam melakukan reservasi item

       alur kerja penerimaan dan pengiriman item


Tabel berikut menjelaskan cara pembuatan item model group:


Langkah

Kegiatan

1

Pilih Inventory and warehouse management>Setup>Inventory>Item model groups.


2

Muncul form berikut, kemudian klik New


4

Muncul tampilan seperti berikut


5

Isikan Item model group sebagai judul dari item model group tersebut.

6

Isikan Name

  • merupakan keterangan terhadap judul item model group.

7

Perhatikan tab Setup

8

Jika Stocked product dicentang maka transaksi inventory dari produk akan selalu dicatat sehingga jika tidak dicentang maka produk tersebut tidak dapat digunakan untuk :

  • Production orders
  • Transfer orders
  • Inventory journals
  • Quarantine orders
  • Quality orders
  • Inventory blocking

9

Jika Physical negative inventory dicentang maka sistem bisa menjual item meskipun tidak ada stock fisik yang tersedia.

Best practice physical negative inventory tidak dicentang atau tidak diaktifkan.

10

Jika Financial negative inventory dicentang maka item yang belum dilakukan purchase invoice bisa dijual dan dilakukan sales invoice.

11

Jika Quarantine management dicentang maka item harus melalui proses karantina, tidak dapat secara langsung menjadi stok meskipun barang sudah diterima.

12

Jika Consolidated picking methode dicentang maka dari beberapa order dapat dikombinasikan dalam satu picking list.

13

Jika Post physical inventory dicentang maka nilai physical inventory akan dicatat dalam buku besar.

14

Jika Post financial inventory dicentang maka nilai item pada jurnal invoice untuk purchase order akan dicatat pada inventory receipt account sedangkan nilai item untuk sales order akan dicatat pada inventory issued dan consumption account.

Jika tidak dicentang maka nilai item pada jurnal invoice untuk purchase order akan dicatat pada item consumption account tapi tidak dicatat pada inventory receipt account sedangkan untuk sales order tidak akan dilakukan pencatatan pada inventory issued dan consumption account.

15

Jika Post to Deferred Revenue Account on Sales Delivery maka pada jurnal packing slip akan dicatatkan nilai estimasi penjualan dan nilai tersebut akan dijurnal balik saat item tersebut di-invoice.

16

Jika Accrue liability on product receipt dicentang maka jurnal packing slip akan mencatat hutang dan biaya pada buku besar.

17

Jika Registration requirements dicentang maka item yang diterima harus diregistrasi sebelum dilakukan penerimaan.

18

Jika Receiving requirements dicentang maka jurnal penerimaan (product receipt) barang harus dilakukan agar item tersebut dapat diinvoice.

19

Jika Picking requirements dicentang maka item yang akan keluar harus berstatus picked.

20

Jika Deduction requirements dicentang maka jurnal pengeluaran (packing slip) harus dilakukan agar item yang keluar dapat diinvoice

Perhatikan grup Reservation

Setting parameter pada grup ini berlaku jika parameter Reserve order item diaktifkan

Parameter tersebut terletak di Inventory and warehouse management>Setup>Inventory and warehouse management parameters

dan pada sales order harus dipilih tipe reservation menjadi automatic


21

Jika Purchase registration dicentang maka proses update batch vendor detail dapat dilakukan pada waktu registrasi item

- digunakan untuk update vendor batch dari suatu produk.

22

Pilih Approve vendor check method

  • No check - tidak dilakukan pemeriksaan terhadap approve vendor list.
  • Warning only - akan muncul informasi jika vendor yang dipakai tidak termasuk dalam approved vendor list tapi vendor tersebut masih bisa digunakan.
  • Not allowed - vendor yang tidak ada dalam approved vendor list tidak dapat digunakan untuk transaksi.

23

Perhatikan tab Inventory model


24

Pilih Inventory model yang sesuai


Inventory model digunakan untuk menentukan metode perhitungan cost (standart costing atau actual costing). Dengan menggunakan actual costing, inventory closing akan menerapkan salah satu inventory model seperti tersebut diatas untuk melakukan penyesuaian terhadap estimated cost.

25

Jika Include physical value dicentang maka semua transaksi dimasukan dalam perhitungan average cost.

26

Jika Fixed receipt price dicentang maka pada saat penerimaan maupun pengeluaran barang akan dilakukan penyesuaian antara actual cost dan fixed price.

27

Klik tombol Close.

Created with the Personal Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator