Shipment
Merupakan pengaturan untuk menetapkan apakah dan kapankah informasi shipping akan dimasukkan ke dalam invoice atau product receipts serta kapan membuat Bill of lading dan informasi apa saja yang diberikan.
Langkah |
Kegiatan |
1 |
|
Shipping specification – tentukan apakah dan bilamana ketentuan pengiriman/shipping specification akan dimasukkan secara otomatis. Shipping specification termasuk di dalamnya adalah volume, net weight, cartons, gross weight, shipping zone, dan shipping label print settings. Kita dapat memasukkan informasi shipping saat kita membuat update packing slip, saat kita meng-invoice order, ataupun keduanya. Pilih None jika kita ingin memasukkan semua shipping specifications secara manual. |
|
ATP incl. planned orders – centang check box untuk mencakup planned orders pada perhitungan available-to-promise (ATP), jika kita memilih metode perhitungan ATP pada field Delivery date control. |
|
Delivery date control – pilih metode yang digunakan untuk menghitung kemungkinan pengiriman/possible ship dan tanggal penerimaan/receipt dates. Jika kita memilih ATP + Issue margin, maka shipping date sama dengan tanggal ATP, plus issue margin untuk item. Issue margin adalah waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan item ke pengiriman/ship. Jika kita memilih CTP, capable-to-promise (CTP) explosion diperhitungkan. Tanggal konfirm pengiriman ter-update dengan tanggal suggested ship. |
|
Sales lead time – masukkan jumlah hari untuk default lead time. |
|
ATP time fence – masukkan periode dalam satuan hari yang digunakan untuk menghitung ATP, jika kita memilih metode perhitungan ATP pada field Delivery date control. |
|
ATP backward demand time fence – masukkan jumlah hari terhitung mundur dari hari ini dimana permintaan lewat jatuh tempo/past-due demand akan ikut dipertimbangkan saat menghitung availability dates untuk inventory. Past-due demand, juga bisa menjadi masalah inventory, dan mempengaruhi earliest available delivery dates untuk inventory. Sebagai contoh, jika kita memasukkan 0 (nol), maka tidak akan ada past-due demand yang diperhitungan. Jika kita memasukkan 1 (satu), maka demand hari kemarin (hari ini - 1) akan diperhitungkan. |
|
ATP backward supply time fence – masukkan jumlah hari terhitung mundur dari hari ini dimana permintaan lewat jatuh tempo/past-due supply akan ikut dipertimbangkan saat menghitung availability dates untuk inventory. Past-due supply, juga dikenal sebagai penerimaan inventory, dan mempengaruhi earliest available delivery dates untuk inventory. Sebagai contoh, jika kita memasukkan 0 (nol), maka tidak akan ada past-due supply yang diperhitungan. Jika kita memasukkan 1 (satu), maka supply hari kemarin (hari ini - 1) akan diperhitungkan. |
|
ATP delayed demand offset time – masukkan jumlah hari terhitung maju dari hari ini yang dianggap tanggal pengiriman untuk past-due demand dalam masalah inventory. Sebagai contoh, jika kita memasukkan 0 (nol), maka item yang mempunyai tanggal pengiriman lewat jatuh tempo/past-due delivery date akan dianggap sebagai pengiriman hari ini. Jika kita memasukkan 1 (satu), maka item yang mempunyai past-due delivery date akan dianggap sebagai pengiriman hari besok. |
|
ATP delayed supply offset time – masukkan jumlah hari terhitung maju dari hari ini yang dianggap tanggal penerimaan untuk past-due item dalam penerimaan inventory yang lewat jatuh tempo/past-due inventory receipt. Sebagai contoh, jika kita memasukkan 0 (nol), maka item akan dianggap diterima hari ini. Jika kita memasukkan 1 (satu), maka item akan dianggap diterima besok. |
|
Shipment report layout – pilihlah shipment report layout dari opsi berikut:
|
|
Bill of lading – tentukan apakah dan bilamana untuk membuat daftar muatan kapal/bill of lading pada saat pengiriman angkutan. Kita dapat membuat bill of lading saat packing slip ter-update, saat invoice ter-posting, atau pada saat keduanya. |
|
Language – pilih bahasa dalam pencetakan bill of lading. |
|
Carrier name – tentukan nama dari perusahaan yang menangani transport item. Informasi di-transfer ke field-field yang sesuai pada form Bill of lading dan form Posting invoice. Kita dapat mendefinisikan Carrier name pada form Carrier. |
|
Freighted by – tentukan siapa yang menangani transport dari item yang digunakan di dalam form Bill of lading dan form Posting invoice:
|
|
Freight charge terms – tentukan siapa yang akan membayar untuk kargo/freight. Informasi ini di-transfer ke field-field yang berhubungan pada form Bill of lading dan form Posting invoice:
|
|
Trailer loaded – tentukan siapa yang melakukan loading item:
|
|
Freight counted – tentukan siapa yang menghitung item:
|
|
By driver/Pieces – external driver yang menghitung jumlah barang dalam satuan pieces. |
Created with the Personal Edition of HelpNDoc: Easy CHM and documentation editor
